Kagetnya Peneliti Lipi Soal Tradisi Cek Gas Septic Tank Dengan Api
Jakarta - Kejadian meledaknya septic tank di kawasan Cakung, Jakarta Timur (4/11) lalu mengungkap kebiasaan petugas sedot WC mengevaluasi keberadaan gas dengan api. Hal yang disebut peneliti bekerjsama sangat tidak disarankan.
Menurut pengesahan Mus, petugas sedot WC dari Jakarta Timur, mengevaluasi gas dengan api sudah jadi tradisi lama. Biasanya dijalankan dengan mengkremasi koran dan dimasukkan ke septic tank untuk memeriksa apakah sudah kosong atau belum.
"Kalau api masih nyala memiliki arti septic tank kosong. Kalau masih ada isi kan api akan padam," katanya di ketika dihubungi detikcom.
Peneliti Utama Teknologi Lingkungan Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Neni Sintawardani, mengaku cukup terkejut . Ia gres tahu sesudah bencana septic tank meledak ada kebiasaan memeriksa gas dengan api di antara petugas sedot WC.
"Saya tidak tahu itu patokan operasi dari mana, ketentuan dari mana, mengerjakan hal itu untuk pengetesan. Sebetulnya kan tidak butuhdites menyerupai itu," kata Neni di dikala ditemui detikcom di tempat Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2019).
"Ini jadi sesuatu yang mempesona bahu-membahu sebab yaitu bagi kami itu sebuah hal yang gres. Baru tahu adanya kebiasaan 'ritual' semacam itu," lanjutnya.
Menurut Neni cara paling kondusif untuk memeriksa septic tank dapat dengan misalnya memakai tongkat khusus. Neni menyebut mungkin sudah waktunya pihak terkait menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk para petugas penyedot WC.
"Mungkin perlu dibikin sebuah SOP contohnya dengan hanya pakai tongkat 'oh masih ada sekian sentimeter'. Cukup sisakan 5 sentimeter cairan misalnya itu dijadikan SOP," pungkasnya.
Simak Video "Ahli LIPI Larang Cek Septic Tank Pakai Api"
[Gambas:Video 20detik]

0 Response to "Kagetnya Peneliti Lipi Soal Tradisi Cek Gas Septic Tank Dengan Api"
Post a Comment